Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

HIJRAH Episode 2 2:141

Dan disinilah aku. Berada diantara orang alim. Orang orang yang, dalam artian tertentu, berada jauh diatasku, dan diarti yang lain, aku menunduk melihat mereka. Dan bukan tempat mereka untuk berada disekitarku Atau Bukan tempatku untuk berada diantara mereka. Pertemuan pertama kami membuatku diam diam tahu siapa nama mbak yang kita temui didepan sekretariat lalu. Bahkan ia bukan seorang ‘Mbak’. Ia seangkatan denganku dan baru tahun ini bergabung. Namanya Alfathunissa. Oke cukup.. bahkan akhwat ayu tidak akan menahanku disini satu menit lebih lama dari seharusnya. Dari pertemuan ini aku juga tahu orang orang yang satu departemen denganku. Aku tidak ingat yang perempuan, tapi yang laki laki ada Rofi dan Amri. Kami diketuai oleh seorang perempuan yang lumayan cantik, menurutku, mirip penyanyi muda berjilbab di salah satu ajang talent show, namanya Erina. Mungkin perempuan ini fotografer dan desainer terbaik di organisasi ini. She’s in charge. Budaya yang baru sekali aku jamah...

HIJRAH Episode 1

HIJRAH Episode 1 13:11 Sebenarnya aku tidak tahu pasti kenapa aku belum merencanakan scenario terbaik untuk pergi dari sini. Tempat yang dipenuhi orang alim. Orang orang yang, dalam artian tertentu, berada jauh diatasku, dan diarti yang lain, aku menunduk melihat mereka. Dan bukan tempat mereka untuk berada disekitarku Atau Bukan tempatku untuk berada diantara mereka. Aku masih ingat, betapa gugupnya aku menekan link itu. Keringat dingin yang enggan mengalir karena takut oleh keputusan pihak universitas. Apakah aku diterima disalah satunya atau tidak sama sekali. Aku juga masih ingat jeritan yang terlontar ketika tulisan hijau muncul di layar, sayangnya, bukan jeritan yang baik. Ya, disinalah aku sekarang. Fakultas Ekonomi UNY. Hal tergila yang pernah kulakukan demi uang. -belajar mati matian sebelum ujian dan terlempar disini untuk belajar lagi 4 tahun kedepan. Pukul 13:11, di depan gedung utama FE tempatku berdiri, Abu datang tiba tiba menyodorkan foto pendaftaran pengur...

Building a Helpful Community Starting from Ourselves

This world is one big community of human. In normal circumstances, humans are always having interaction, always making communication to each other and these activities are even more frequent for those involved in organizations or specific community. Organizations demand us to work with many people with various character which is possible that sometimes we meet someone with different nature to us. Sometimes, dealing with people with complex and variant trait can be tricky even for an expert activist. Some even try to control these traits in their favor which seems to have less chance to succeed, or even cause paranoia. Now go the question “it is the best way to handle such a crowd, to make them behave as our will?” I don’t know. But I do know we can handle ourselves while we’re in such a crowd. People who are self-serving in all their interactions are  “takers”. They are all about “what can you do for me”. The opposite is the “givers” who go around and say “what can I do for you...